Kamis, 10 September 2015

Cerita Dibalik Pakaian Ini

Assalamualaikum, ukhti fillah.......
Masya Allah, ternyata saya sangat rindu sekali menulis, jari ini rindu menari diatas tuts-tuts hitam.

Bismillahirrahmanirrahim, dikesempatan yang Allah ridhoi ini, saya akan menceritakan seluruh perjalanan yang dirangkai indah oleh Allah SWT untuk diri saya. Mohon maaf, semoga ini bukan riya, namun hanya sekedar menjadikan motivasi untuk diri sendiri dan orang lain.

Tubuh ini milik siapa sih?
Hati ini milik siapa?
Seluruh yang saya punya sebenarnya milik siapa? Milik ALLAH !!
Maka tak heran, ketika Allah rindu dengan saya, ketika Allah memanggil saya untuk mendekat, maka tak ada alasan untuk berkata TIDAK.

Kisah indah ini berawal dari kecintaan saya terhadap negeri dua benua, Turki. Semakin cintanya saya waktu itu, membuat saya ingin berkomunikasi langsung dengan siapapun yang tinggal disana. Saya tidak bisa bahasa Turki dan  Bahasa Inggris saya tidak lancar, tidak mungkin berkenalan dan berkomunikasi dengan warga negara asli Turki kan? Maka saya mulai mencari orang Indonesia yang berdomisili disana. Lebih tepatnya mahasiswa, karna agar berkomunikasi nyambung dan setara lah hehehe....

Mulai lah saya berselancar di media sosial dengan lambang burung putih ber-background biru, disana saya temui dua orang yang sedang melanjutkan pendidikan. Sangat menginspiratif, melihat profilnya, ia cerdas, baik, Insya Allah tidak jauh dari Allah, dan sangat-sangat berprestasi. Mulai lah rasa kagum itu muncul di hati ini, mungkin juga saya menyukai nya. Entah lah.

Keadaan saya saat itu benar-benar jahiliyah. Bepakaian minim, hanya mengerjakan amalan wajib tanpa melirik yang sunah. Shalat 5 waktu, meskipun tidak pernah tertinggal, namun sholat hanya sekena-nya saja, membaca Al-Quran jauh daru kata lancar, membaca nya hanya sekali dalam sehari dan itupun hanya satu halaman, ucapan saya masih kasar kala itu. Ah pokoknya kalau di bayangkan saya benar-benar berada dimasa-masa jahiliyah nya seorang wanita.