Assalamualaikum, ukhti fillah.......
Masya Allah, ternyata saya sangat rindu sekali menulis, jari ini rindu menari diatas tuts-tuts hitam.
Bismillahirrahmanirrahim, dikesempatan yang Allah ridhoi ini, saya akan menceritakan seluruh perjalanan yang dirangkai indah oleh Allah SWT untuk diri saya. Mohon maaf, semoga ini bukan riya, namun hanya sekedar menjadikan motivasi untuk diri sendiri dan orang lain.
Tubuh ini milik siapa sih?
Hati ini milik siapa?
Seluruh yang saya punya sebenarnya milik siapa? Milik ALLAH !!
Maka tak heran, ketika Allah rindu dengan saya, ketika Allah memanggil saya untuk mendekat, maka tak ada alasan untuk berkata TIDAK.
Kisah indah ini berawal dari kecintaan saya terhadap negeri dua benua, Turki. Semakin cintanya saya waktu itu, membuat saya ingin berkomunikasi langsung dengan siapapun yang tinggal disana. Saya tidak bisa bahasa Turki dan Bahasa Inggris saya tidak lancar, tidak mungkin berkenalan dan berkomunikasi dengan warga negara asli Turki kan? Maka saya mulai mencari orang Indonesia yang berdomisili disana. Lebih tepatnya mahasiswa, karna agar berkomunikasi nyambung dan setara lah hehehe....
Mulai lah saya berselancar di media sosial dengan lambang burung putih ber-background biru, disana saya temui dua orang yang sedang melanjutkan pendidikan. Sangat menginspiratif, melihat profilnya, ia cerdas, baik, Insya Allah tidak jauh dari Allah, dan sangat-sangat berprestasi. Mulai lah rasa kagum itu muncul di hati ini, mungkin juga saya menyukai nya. Entah lah.
Keadaan saya saat itu benar-benar jahiliyah. Bepakaian minim, hanya mengerjakan amalan wajib tanpa melirik yang sunah. Shalat 5 waktu, meskipun tidak pernah tertinggal, namun sholat hanya sekena-nya saja, membaca Al-Quran jauh daru kata lancar, membaca nya hanya sekali dalam sehari dan itupun hanya satu halaman, ucapan saya masih kasar kala itu. Ah pokoknya kalau di bayangkan saya benar-benar berada dimasa-masa jahiliyah nya seorang wanita.
Hadidjah Siti Madina
Hijrah adalah sebuah proses, Maka hargai setiap proses tersebut. Untuk kawan-kawanku, bantu aku agar tetap istiqomah dan tutupi aib-aib ku yang terdahulu. Afwan
Kamis, 10 September 2015
Jumat, 05 September 2014
Mengukir Kasih Sayang Ayah
Setiap hari adalah hari yang selalu aku hitung dalam
kalender harianku, setiap hari yang aku lewati selalu aku tunggu-tunggu
kehadirannya, tak lupa juga kalender andalanku aku coret ketika aku telah
melewatinya, dan member catatan-catatan kecil dihari-hari tertentu.
Ah aku
benar-benar tidak sabar ingin segera dewasa. Aku merasa begitu bahagia, begitu
gembira dengan tambahan umur yang dikaruniakan Allah setiap hari kepadaku.
Namun, aku juga harus sadar bahwa sisa umurku terus menghitung mundur.
Ah…….Andai
mati itu enak. Aku tak perlu takut seperti ini. Astagfirulloh!! Mati itu enak
kok, buktinya saja semua orang yang sudah meninggal betah hidup disana, mereka
tidak kembali lahi, toh? He He. Bukan itu yang mau saya bahas kali ini, ini
bagiku lebih menakutkan dari pada kematian.
Ya
Allah, maaf jika ini membuatmu cemburu, Inshaa Allah kau tetap nomor satu,
wahai Rabb.
Ini
benar-benar lebih membuat hatiku teriris ketika aku mengingatnya. Aku tak sabar
menanti kedewasaan, aku sangat bahagia menantinya, namun hal itu bersamaan
dengan semakin menuanya ayah, semakin rentanya tubuh yang gagah mengeluarkan
seluruh peluhnya untuk kami dirumah.
Oh…
Ayah. Orang yang selama ini tak pernah alpa membangunkan aku ketika subuh
dengan sentuhan hangat dari tangannya dan kecupan lembut dari bibirnya yang
melayang ke pipiku, membuat mataku terbuka lebar karna mendapat sentuhan angat
dari malaikat tanpa sayapku.
Kamis, 24 Juli 2014
Aku ingin berhijab namun tak ingin ada hijab diantara kita
Ramadhan tahun kemarin, 2013. Aku
begitu bersemangat. Begitu bahagianya aku kehadiran bulan suci-Mu. Bulan penuh
berkah. Aku sambut bulan indah-Mu dengan berniat untuk semakin memperbaiki
diri.
Setiap hari selama sebulan, bukan
hanya menahan lapar dan haus saja, namun aku juga lebih memaknai setiap detik
nafas yang Kau titipkan, setiap detik diri ini diberi seluruh nikmat oleh-Mu,
setiap detik dihari-hari menuju kemenangan.
Disepertiga malam-Mu yang terakhir
aku sangat-sangat merindukan-Mu, aku benar-benar hanya ingin berdua saja
dengan-Mu, memohon ampunan, meminta maaf atas segala dosa yang aku perbuat,
meminta sesuatu yang aku inginkan, memohon segalanya pada-Mu, kekasihku.
Hampir tak pernah berhenti rasa
rinduku ini, ketahuilah bahwa aku hanya dapat membaca surat cinta-Mu ketika
kerinduan ini membara, memuncah dalam jiwaku.
Turki : Negara Sekuler yang aku kagumi
Hampir 3 tahun yang lalu, aku masih
duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Pertama aku mengenal Turki, yaitu dari
satu sinetron yang tayang setiap malamnya di salah satu stasiun tv. Tidak
dipungkiri memang, anak seusiaku saat itu pasti mengagumi, mencintai,
mengidolakan, mengikuti gaya bicara, dan lain sebagainya dari televisi,
terutama sinetron. Aku pun begitu.
Saat itu sinetron baru yang akan
segera tayang menampilkan semacam triller-nya,
dengan berlatarkan suasana sejuk di suatu wilayah dengan sekumpulan
burung-burung yang sedang mendarat untuk mengambil makanannya yang ditebar oleh
dua orang, laki-laki dan perempuan. Kemudian yang tak kalah menarik perhatianku
adalah seorang pria yang hendak meminang seorang gadis berlatarkan masjid yang
sangaaaaaaat indah ketika pertama kali aku melihat cuplikannya, ditambah
kumandang azan yang sangat merdu dan menyejukkan hati bagai embun dipagi hari,
dan pria tersebut menyebutkan kata ‘Istanbul’ dalam untaian kalimatnya.
*deg! Aku merasa jantungku berhenti
sejenak.
Wisata Pulau Pari (Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjadi pengurus perjalanan wisata)
Nampaknya malam ini saya bakalan
ngeshare banyak tulisan nih. Pas buka laptop dan buka document, ternyata cukup
banyak tulisan yang belum dipost dan belum selesai. Berhubung sedang mood untuk menulis, maka malam ini malam yang
panjang untuk saya berbagi. And enjoy it J
Just share a vacation aja ya… entah dibilang vacation atau
ngga. Jadi berawal dari………
Berhubung saya mengambil jurusan
Transportasi Darat pada kuliah ini, ada satu mata pelajaran yang mewajibkan
mahasiswanya untuk praktek sendiri dalam memanajemen suatu paket wisata atau
pariwisata. Setiap tahunnya memang diadakan kegiatan seperti ini. Aturan main
dikelas kami seperti berikut : dibuat sekitar 5 atau 6 kelompok untuk
presentasikan paket wisata, lalu kami mahasiswa sekelas melakukan voting untuk
memilih kelompok siapa yang harus menjalankan paket wisata tersebut.
Saya dan teman-teman satu kelas
juga saling mengetahui bahwa tidak ada yang
Rabu, 23 Juli 2014
Diatas Sajadah Cinta
Rembulan
nampang menjadi raja saat ini, ia telah melahap mentari yang biasanya menyinari
jagad. Waktu telah menunjukkan tengah malam, namun Nabila masih terjaga dengan
duduk didepan layar laptop. Jari jemarinya yang lentik menari-nari diatas
keyboard, sesekali terlihat senyum merekah dibibirnya.
Di lain
tempat, kumandang adzan Isya yang dilantunkan disalah satu masjid bersejarah
dikota tersebut menandakan akan seruan Allah untuk mengajak hamba-hamba
memuja-Nya. Nampak pemuda Indonesia penerima beasiswa juga sedang melakukan hal
yang sama dengan Nabila. Amar. Ia hanya anak pengurus pesantren didaerah Jawa,
namun saat ini ia telah membuktikan bahwa ia mampu berada bersama lebih dari
100 pelajar Indonesia yang meraih beasiswa dinegeri dua benua, Turki.
Nabila
dan Amar telah saling mengenal dari sebuah jejaring sosial sekitar 4 bulan yang
lalu,
Sabtu, 31 Mei 2014
Chibi on vacation (Jogja Capter 2)
Hari 3 (Kamis 1 Mei 2014)
Semalam kami berencana untuk pergi
ke Pantai Indrayanti, karna dari tempat kami menginap ke Pantai tsb cukup jauh,
menempuh waktu 2 jam perjalanan dengan mengendarai motor, maka kami memutuskan untuk berangkat pukul 7.
Lagi lagi rencana tak semulus kenyataannya. Kami berlima bangun pukul 6 pagi,
namun rasa malas lagi-lagi menang. Bukan langsung menuju kamar mandi, kami
malah santai-santai seolah lupa dengan rencana keberangkatan kami pagi ini.
Ketika sarapan di tempat makan
depan penginapan, kami berencana pindah penginapan. Penginapan yang kami
tempati ini seolah tidak layak untuk kami berlima hehehe. Dari penginapan satu kepenginapan lain pun kami
telusuri, akhirnya kami menemukan penginapan yang pas. Dengan kamar yang cukup
luas, fasilitas yang lebih banyak dari kemarin, 3 kasur dalam 1 kamar, dan
dilengkapo AC dengan harga yang cukup murah, takni Rp. 200.000 permalam, maka
kami memilih penginapan ini. Setelah melakukan pembayaran, segera kami hijrah
kesana dengan sangat cepat. Tidak sampai 15 menit, seluruh barang2 kami telah pindah.
Hasilnya, kami baru jalan pada pukul 8.30, jauh dari rencana, dengan ditemani
oleh teman2 Gerry yg kemarin.
Kami sudah siap dengan segala
perbekalan, dan dengan diawali doa, 4 motor pun meluncur pergi.
Kamis, 22 Mei 2014
Chibi on vacation (Jogja Capter 1)
Selesai uts, kami ber lima (Aku, Winda, Gerry, Faisal,
Rahmat) berencana untuk melakukan traveling ke daerah Jogja. Berhubung aku
sudah sering izin untuk pergi traveling dan semuanya itu tidak mendapat izin
dari orangtua, aku merasa malas untuk ikut. Tapi rasa bahagia ketika aku
bersama Chibi mengalahkan rasa malasku dan rasa takutku untuk meminta izin
kepada orangtua. Akhirnya aku berbicara dengan ibu, dan tanpa disangka-sangka
ibu member izin kepadaku. For the first time banget!
Selama sekitar 5 hari kita disana,
Hari 1 (Senin, 29 April
2014)
Pagi pagi sekali aku sudah repot
membereskan segala keperluanku. Selalu mengecek apakah ada yang tertinggal atau
tidak. Aku tidak ingin ketika disana nanti ada 1 barang yang penting lalu
tertinggal dan mengganggu mood ketika liburan. Kami menuju Jogja dengan menaiki
kereta Ekonomi AC, for the first time juga aku naik kereta, hehehe…… kereta
berangkat pukul 13.00 dan kami sudah tiba di SKA. Senen pukul 12.00. Baru saja
tiba, kami semua sudah kelaparan, alhasil sambil menunggu kereta, kami makan
diemperan. Awalnya aku kira selama di kereta itu adalah waktu yang paling
mmebosankan, karna kami duduk dibangku yang terpisah-pisah, tapi ternyata
tidak. Kami hijrah ketempat Faisal yang banyak bangju kosong.
9 jam tanpa terasa kalau aku
bersama Chibi, pukul 21.45 akhirnya kami tiba di SKA. Lempuyangan. Turun dari
kereta, bukan langsung pergi mencari penginapan, kami malah selfie didepan
kereta. Duuuhhh anak muda :’) hahaha. Lalu bukan langsung menuju pintu keluar,
kami malah duduk di kursi tunggu dan bingung mau menginap dimana nanti. Semua sibuk melihat layar henfon untuk
mencari penginapan, eh ngga juga sih, ada juga yang ternyata lg chat sama doi,
hihihi……. Malam ini kami pergi mencari penginapan diantar supir taksi yang pede
banget. Sebenernya aku melihat dia biasa aja, ga ada apa2, cuma teman-temanku
ber4 kesel sama supir taksi itu, entah kenapa.
Rabu, 19 Maret 2014
Surat Cinta Untuk Allah
Teruntuk kekasih tercinta, Allah SWT,
Ya Allah, tahukah Engkau bahwa malam ini hamba sangat merindukan-Mu. Hamba sangat ingin bicara dengan-Mu. Hamba sangat ingin berbicara dengan-Mu. Hamba sangat ingin berdua saja dengan-Mu. Hamba sangat menginginkan Engkau mendengarkan apa saja yang hamba alami di bumi milik-Mu. Hamba sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayang-Mu. Sangat ingin tidak ada hijab, tidak ada jarak diantara kita. Sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan hamba pada masa-masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas hamba. Bahkan setelah napas hamba berpisah dari raga ini.
Ya Allah, tahukah Engkau bahwa nama-Mu selalu hamba sebut dalam setiap langkah hamba. bahwa nama-Mu adalah nama terindah yang pernah hamba kenal. Bahwa dengan menyebut nama-Mu, hati hamba akan kembali tenang. Bahwa nama-Mu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati di dalam jiwa ini bergetar. Bahwa nama-Mu begitu indah bukan hanya di telinga hamba, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna di dalam raga ini, bahkan berdetak sempurna bak rentakan gendang di jantung hati hamba.
Senin, 09 Desember 2013
MIMIH
entah harus ku sebut apa dirimu
terlalu sederhana bila ku sebut kau sebagai ibu
se sederhana aku memperlakukanmu sebagai ibu
terlalu mulia bila ku sebut kau sebagai malaikat
se mulia kau memperlakukanku sebagai anak
namun, tak bisa aku pungkiri kau lah malaikatku
kau mukjizat terbesar yang Tuhan berikan
kau malaikat tanpa sayap yang Tuhan berikan untukku
kau rela merubah malam menjadi siang
demi menjagaku tanpa henti
kau rela bangun disaat terlelap
demi menemanikku ketika takut
terlalu sederhana semua kalimat yang ku buat
sebab aku bukan pujangga yang pandai bersyair
aku hanya ingin mengucapkan
sedikit rasa terimakasih ku untukmu, mimih :""")
Langganan:
Postingan (Atom)