Kamis, 24 Juli 2014

Wisata Pulau Pari (Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjadi pengurus perjalanan wisata)

Nampaknya malam ini saya bakalan ngeshare banyak tulisan nih. Pas buka laptop dan buka document, ternyata cukup banyak tulisan yang belum dipost dan belum selesai. Berhubung sedang mood untuk menulis, maka malam ini malam yang panjang untuk saya berbagi. And enjoy it J
Just share a vacation aja ya… entah dibilang vacation atau ngga. Jadi berawal dari………

Berhubung saya mengambil jurusan Transportasi Darat pada kuliah ini, ada satu mata pelajaran yang mewajibkan mahasiswanya untuk praktek sendiri dalam memanajemen suatu paket wisata atau pariwisata. Setiap tahunnya memang diadakan kegiatan seperti ini. Aturan main dikelas kami seperti berikut : dibuat sekitar 5 atau 6 kelompok untuk presentasikan paket wisata, lalu kami mahasiswa sekelas melakukan voting untuk memilih kelompok siapa yang harus menjalankan paket wisata tersebut.

Saya dan teman-teman satu kelas juga saling mengetahui bahwa tidak ada yang
benar-benar mempresentasikan dengan data yang akurat, namun dengan sangat berat hati menerimanya, ternyata kelompok 2 yang mendapat voting terbanyak dan harus menjalankan misinya untuk paket wisata, dan kelompok itu adalah kelompok kami. Dengan beranggotakan saya, Winda, Faisal, Gerry, Rahmat dan Nuzul.

Benar saja, kami sama sekali tidak memiliki persiapan apapun. SAMA SEKALI. Dengan  bermodalkan slogan ‘Mau tidak mau ya harus dilaksanakan’ maka kami dengan terpaksa berusaha menjalankan paket wisata ini.

Jadi perjalanan kami itu ke Pulau Pari, tidak mudah memang untuk mendapatkan paket wisata sesuai keinginan kita, namun akhirnya kami menemukan paket yang pas. Jadi disini saya mau share beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita ditugaskan memanage suatu perjalanan wisata

1.       Perhatikan betul apa keinginan penikmat wisata

Seharusnya penikmat wisata itu mengikuti apa saja yang telah kita tetapkan, mengikuti jalannya atau proses selama perjalanan wisata itu berlangsung, bahkan sebelum hari H wisata juga seharusnya sudah mengikuti aturan main kita. Namun disini? Kendala utama itu adalah kami berenam harus menyatukan 34 kepala yang ada dikelas agar semuanya sepakat. Mau sampai kapan? Si A ingin ini, si B ingin ini, aduh buat kepala pusing tujuh keliling.

Saran saya apabila kalian ditugaskan untuk membawa rombongan menuju tempat wisata, sebaiknya ketika kalian mempromosikan paket wisata pada mereka, pastikan mereka benar-benar paham dengan apa yang kalian jelaskan, pastikan mereka benar-benar setuju dengan seluruh aturan main kalian, agar ketika menjelang hari H, tidak ada lagi protes-protes dari berbagai pihak yang seolah tidak setuju dengan aturan main selama perjalanan wisata tersebut.

2.       Harus melakukan survey

Mengunjungi terlebih dahulu tempat-tempat wisata yang akan didatangi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Agar kita tahu menginap dimana kita nanti, apa saja yang diperlukan disana, seperti apa lokasi wisata yang akan didatangi, fasilitas apa saja yang akan didapat disana. Jangan sampai kita sudah bayar dengan harga yang telah disepakati, ketika tiba disana justru tidak sesuai dengan include yang tertera. Rugi dong?
Tapi untung saja kami memilih tempat yang sangat terjangkau, di Pulau Pari, jadi melakukan survey pun tidak memakan waktu lama.

3.       Mengisi free time dengan hal-hal yang menarik

Berhubung kami menjalankan paket wisata ini memakai jasa agen wisata, maka waktunya pun diatur oleh mereka, tetapi waktunya sangat fleksibel untuk kita. Lalu disela-sela jadwal, ada waktu istirahat, atau free time, sebaiknya diisi dengan games-games yang menarik, hiburan-hiburan yang menarik, atau sharing-sharing antar sesama teman.

4.       Membagi tugas dengan seluruh panitia yang ada

Ini nih hal yang penting namun sering diabaikan. Padahal kita sadar bahwa kita sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing tapi masih saja suka diabaikan. Tidak jarang para panitia keluar dari jalur yang telah ditentukan. Kadang ada yang lupa akan tugasnya, kadang ada yang saling salah menyalahkan karna tidak ingin mendapat tugas yang berat. Pokoknya ada aja deh alesannya. Saran saya, ketua panitia harus tegas dengan semua panitia yang lainnya, dan mereka pun harus punya kesadaran diri masing-masing. Ada juga loh yang misal ia seksi keamanan, namun malah berperan lebih banyak dikonsumsi. Aduh bikin pusing -_-


Sepertinya 4 hal diatas ini mewakili seluruh hal yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi manajer perjalanan wisata. Namun masing banyak juga hal-hal penting yang perlu diperhatikan. Intinya kerjasama dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam hal ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar