Nampaknya malam ini saya bakalan
ngeshare banyak tulisan nih. Pas buka laptop dan buka document, ternyata cukup
banyak tulisan yang belum dipost dan belum selesai. Berhubung sedang mood untuk menulis, maka malam ini malam yang
panjang untuk saya berbagi. And enjoy it J
Just share a vacation aja ya… entah dibilang vacation atau
ngga. Jadi berawal dari………
Berhubung saya mengambil jurusan
Transportasi Darat pada kuliah ini, ada satu mata pelajaran yang mewajibkan
mahasiswanya untuk praktek sendiri dalam memanajemen suatu paket wisata atau
pariwisata. Setiap tahunnya memang diadakan kegiatan seperti ini. Aturan main
dikelas kami seperti berikut : dibuat sekitar 5 atau 6 kelompok untuk
presentasikan paket wisata, lalu kami mahasiswa sekelas melakukan voting untuk
memilih kelompok siapa yang harus menjalankan paket wisata tersebut.
Saya dan teman-teman satu kelas
juga saling mengetahui bahwa tidak ada yang
benar-benar mempresentasikan dengan data yang akurat, namun dengan sangat berat hati menerimanya, ternyata kelompok 2 yang mendapat voting terbanyak dan harus menjalankan misinya untuk paket wisata, dan kelompok itu adalah kelompok kami. Dengan beranggotakan saya, Winda, Faisal, Gerry, Rahmat dan Nuzul.
benar-benar mempresentasikan dengan data yang akurat, namun dengan sangat berat hati menerimanya, ternyata kelompok 2 yang mendapat voting terbanyak dan harus menjalankan misinya untuk paket wisata, dan kelompok itu adalah kelompok kami. Dengan beranggotakan saya, Winda, Faisal, Gerry, Rahmat dan Nuzul.
Benar saja, kami sama sekali tidak
memiliki persiapan apapun. SAMA SEKALI. Dengan bermodalkan slogan ‘Mau tidak mau ya harus
dilaksanakan’ maka kami dengan terpaksa berusaha menjalankan paket wisata ini.
Jadi perjalanan kami itu ke Pulau
Pari, tidak mudah memang untuk mendapatkan paket wisata sesuai keinginan kita,
namun akhirnya kami menemukan paket yang pas. Jadi disini saya mau share
beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita ditugaskan memanage suatu
perjalanan wisata
1. Perhatikan betul apa keinginan penikmat
wisata
Seharusnya penikmat wisata itu mengikuti apa saja yang
telah kita tetapkan, mengikuti jalannya atau proses selama perjalanan wisata
itu berlangsung, bahkan sebelum hari H wisata juga seharusnya sudah mengikuti
aturan main kita. Namun disini? Kendala utama itu adalah kami berenam harus
menyatukan 34 kepala yang ada dikelas agar semuanya sepakat. Mau sampai kapan? Si
A ingin ini, si B ingin ini, aduh buat kepala pusing tujuh keliling.
Saran saya apabila kalian ditugaskan untuk membawa
rombongan menuju tempat wisata, sebaiknya ketika kalian mempromosikan paket
wisata pada mereka, pastikan mereka benar-benar paham dengan apa yang kalian
jelaskan, pastikan mereka benar-benar setuju dengan seluruh aturan main kalian,
agar ketika menjelang hari H, tidak ada lagi protes-protes dari berbagai pihak
yang seolah tidak setuju dengan aturan main selama perjalanan wisata tersebut.
2. Harus melakukan survey
Mengunjungi terlebih dahulu tempat-tempat wisata yang
akan didatangi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Agar kita tahu
menginap dimana kita nanti, apa saja yang diperlukan disana, seperti apa lokasi
wisata yang akan didatangi, fasilitas apa saja yang akan didapat disana. Jangan
sampai kita sudah bayar dengan harga yang telah disepakati, ketika tiba disana
justru tidak sesuai dengan include yang tertera. Rugi dong?
Tapi untung saja kami memilih tempat yang sangat terjangkau, di Pulau
Pari, jadi melakukan survey pun tidak memakan waktu lama.
3. Mengisi free time dengan hal-hal yang
menarik
Berhubung kami menjalankan paket wisata ini memakai
jasa agen wisata, maka waktunya pun diatur oleh mereka, tetapi waktunya sangat
fleksibel untuk kita. Lalu disela-sela jadwal, ada waktu istirahat, atau free
time, sebaiknya diisi dengan games-games yang menarik, hiburan-hiburan yang
menarik, atau sharing-sharing antar sesama teman.
4. Membagi tugas dengan seluruh panitia yang
ada
Ini nih hal yang penting namun sering diabaikan. Padahal
kita sadar bahwa kita sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing
tapi masih saja suka diabaikan. Tidak jarang para panitia keluar dari jalur
yang telah ditentukan. Kadang ada yang lupa akan tugasnya, kadang ada yang
saling salah menyalahkan karna tidak ingin mendapat tugas yang berat. Pokoknya ada
aja deh alesannya. Saran saya, ketua panitia harus tegas dengan semua panitia
yang lainnya, dan mereka pun harus punya kesadaran diri masing-masing. Ada juga
loh yang misal ia seksi keamanan, namun malah berperan lebih banyak dikonsumsi.
Aduh bikin pusing -_-
Sepertinya 4 hal diatas ini
mewakili seluruh hal yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi manajer
perjalanan wisata. Namun masing banyak juga hal-hal penting yang perlu
diperhatikan. Intinya kerjasama dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam hal
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar