Kamis, 24 Juli 2014

Aku ingin berhijab namun tak ingin ada hijab diantara kita

Ramadhan tahun kemarin, 2013. Aku begitu bersemangat. Begitu bahagianya aku kehadiran bulan suci-Mu. Bulan penuh berkah. Aku sambut bulan indah-Mu dengan berniat untuk semakin memperbaiki diri.
Setiap hari selama sebulan, bukan hanya menahan lapar dan haus saja, namun aku juga lebih memaknai setiap detik nafas yang Kau titipkan, setiap detik diri ini diberi seluruh nikmat oleh-Mu, setiap detik dihari-hari menuju kemenangan.

Disepertiga malam-Mu yang terakhir aku sangat-sangat merindukan-Mu, aku benar-benar hanya ingin berdua saja dengan-Mu, memohon ampunan, meminta maaf atas segala dosa yang aku perbuat, meminta sesuatu yang aku inginkan, memohon segalanya pada-Mu, kekasihku.

Hampir tak pernah berhenti rasa rinduku ini, ketahuilah bahwa aku hanya dapat membaca surat cinta-Mu ketika kerinduan ini membara, memuncah dalam jiwaku.

Turki : Negara Sekuler yang aku kagumi

Hampir 3 tahun yang lalu, aku masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Pertama aku mengenal Turki, yaitu dari satu sinetron yang tayang setiap malamnya di salah satu stasiun tv. Tidak dipungkiri memang, anak seusiaku saat itu pasti mengagumi, mencintai, mengidolakan, mengikuti gaya bicara, dan lain sebagainya dari televisi, terutama sinetron. Aku pun begitu.

Saat itu sinetron baru yang akan segera tayang menampilkan semacam triller-nya, dengan berlatarkan suasana sejuk di suatu wilayah dengan sekumpulan burung-burung yang sedang mendarat untuk mengambil makanannya yang ditebar oleh dua orang, laki-laki dan perempuan. Kemudian yang tak kalah menarik perhatianku adalah seorang pria yang hendak meminang seorang gadis berlatarkan masjid yang sangaaaaaaat indah ketika pertama kali aku melihat cuplikannya, ditambah kumandang azan yang sangat merdu dan menyejukkan hati bagai embun dipagi hari, dan pria tersebut menyebutkan kata ‘Istanbul’ dalam untaian kalimatnya.

*deg! Aku merasa jantungku berhenti sejenak.

Wisata Pulau Pari (Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjadi pengurus perjalanan wisata)

Nampaknya malam ini saya bakalan ngeshare banyak tulisan nih. Pas buka laptop dan buka document, ternyata cukup banyak tulisan yang belum dipost dan belum selesai. Berhubung sedang mood untuk menulis, maka malam ini malam yang panjang untuk saya berbagi. And enjoy it J
Just share a vacation aja ya… entah dibilang vacation atau ngga. Jadi berawal dari………

Berhubung saya mengambil jurusan Transportasi Darat pada kuliah ini, ada satu mata pelajaran yang mewajibkan mahasiswanya untuk praktek sendiri dalam memanajemen suatu paket wisata atau pariwisata. Setiap tahunnya memang diadakan kegiatan seperti ini. Aturan main dikelas kami seperti berikut : dibuat sekitar 5 atau 6 kelompok untuk presentasikan paket wisata, lalu kami mahasiswa sekelas melakukan voting untuk memilih kelompok siapa yang harus menjalankan paket wisata tersebut.

Saya dan teman-teman satu kelas juga saling mengetahui bahwa tidak ada yang

Rabu, 23 Juli 2014

Diatas Sajadah Cinta

                Rembulan nampang menjadi raja saat ini, ia telah melahap mentari yang biasanya menyinari jagad. Waktu telah menunjukkan tengah malam, namun Nabila masih terjaga dengan duduk didepan layar laptop. Jari jemarinya yang lentik menari-nari diatas keyboard, sesekali terlihat senyum merekah dibibirnya.

               Di lain tempat, kumandang adzan Isya yang dilantunkan disalah satu masjid bersejarah dikota tersebut menandakan akan seruan Allah untuk mengajak hamba-hamba memuja-Nya. Nampak pemuda Indonesia penerima beasiswa juga sedang melakukan hal yang sama dengan Nabila. Amar. Ia hanya anak pengurus pesantren didaerah Jawa, namun saat ini ia telah membuktikan bahwa ia mampu berada bersama lebih dari 100 pelajar Indonesia yang meraih beasiswa dinegeri dua benua, Turki.

                Nabila dan Amar telah saling mengenal dari sebuah jejaring sosial sekitar 4 bulan yang lalu,