Hari 3 (Kamis 1 Mei 2014)
Semalam kami berencana untuk pergi
ke Pantai Indrayanti, karna dari tempat kami menginap ke Pantai tsb cukup jauh,
menempuh waktu 2 jam perjalanan dengan mengendarai motor, maka kami memutuskan untuk berangkat pukul 7.
Lagi lagi rencana tak semulus kenyataannya. Kami berlima bangun pukul 6 pagi,
namun rasa malas lagi-lagi menang. Bukan langsung menuju kamar mandi, kami
malah santai-santai seolah lupa dengan rencana keberangkatan kami pagi ini.
Ketika sarapan di tempat makan
depan penginapan, kami berencana pindah penginapan. Penginapan yang kami
tempati ini seolah tidak layak untuk kami berlima hehehe. Dari penginapan satu kepenginapan lain pun kami
telusuri, akhirnya kami menemukan penginapan yang pas. Dengan kamar yang cukup
luas, fasilitas yang lebih banyak dari kemarin, 3 kasur dalam 1 kamar, dan
dilengkapo AC dengan harga yang cukup murah, takni Rp. 200.000 permalam, maka
kami memilih penginapan ini. Setelah melakukan pembayaran, segera kami hijrah
kesana dengan sangat cepat. Tidak sampai 15 menit, seluruh barang2 kami telah pindah.
Hasilnya, kami baru jalan pada pukul 8.30, jauh dari rencana, dengan ditemani
oleh teman2 Gerry yg kemarin.
Kami sudah siap dengan segala
perbekalan, dan dengan diawali doa, 4 motor pun meluncur pergi.
Selama perjalanan tak ada kendala sama sekali, jalanan pun lancer, ada kemacetan dibeberapa titik, namun karna kami naik motor jadi bisa teratasi hehehe. Hingga pada akhirnya ditikungan tajam daerah gunung kidul……….. “Priiiiiittttt” suara peluit polisi dan 2 orang polisi jahanam itu memberhentikan laju motor kami. Ah apes!! Didaerah gunung gini aja masih bisa kena tilang. Lumayan lah yaaa…… 1 motor kena tilang Rp. 40.000. itu sama saja dengan makan bakso 4 mangkok.
Selama perjalanan tak ada kendala sama sekali, jalanan pun lancer, ada kemacetan dibeberapa titik, namun karna kami naik motor jadi bisa teratasi hehehe. Hingga pada akhirnya ditikungan tajam daerah gunung kidul……….. “Priiiiiittttt” suara peluit polisi dan 2 orang polisi jahanam itu memberhentikan laju motor kami. Ah apes!! Didaerah gunung gini aja masih bisa kena tilang. Lumayan lah yaaa…… 1 motor kena tilang Rp. 40.000. itu sama saja dengan makan bakso 4 mangkok.
Lupakan soal tilang menilang, kalau
terus-terusan dibahas nanti malah jadi sebel. Perjalanan benar2 sangat panjang,
aku yang tidak mengendarai motor dan tinggal duduk manis dibelakang saja sudah
merasakan pegel, gimana mereka para lelaki yg mengendarai motor -_-
Finally, setelah menempuh 2 jam,
kami sampai di Pantai Indrayanti, dan……..wah ramai sekali dipadati pengunjung. Bukankah
hari ini hari kerja ya?? Pantainya bagus, ada tebing juga dibagian paling ujung
pantai. Berikut foto kami
Sekitar pukul 12 kami kembali
pulang menuju penginapan. Tiba dipenginapan pukul 3 sore, langsung kami membantingkan tubuh kekasur dan
tertidur. Mungkin kami semua lelah dengan semua aktivitas ini hehehe.
Sore harinya, Rahmat bilang bahwa malam
ini agenda kami adalah jalan jalan mengitari kota Jogja bersama 1 orang
temannya, dan temannya itu membawa 1 teman lagi yang memang orang Jogja asli. Ayeey
kita punya teman baru lagi \m/
Malam sekitar habis isya, teman
Rahmat datang menjemput kita. Ia bernama Ginda dan temannya bernama Bima. Baru saja
berkenalan, kelihatannya mereka friendly, lalu perjalanan kami dimulai menuju
angkringan. Jalannya juga lumayan jauh, berkelok-kelok, dan perjalanan kita
ditemani rintikan gerimis. Tiba di angringan, mataku tertuju pada sesuatu yang
diambil Bima dari tempat jualan tsb, kecil, mungil, kalau tidak salah dilapisi
daun pisang, aku fikir itu souvenir, ternyata nasi hehehe….
Disini lumayan lama, krn sambil
menunggu hujan berenti juga, setelah dirasa cukup kenyang dan mampu untuk
melanjutkan perjalanan lg, kami jalan menuju Tugu. Saat ini sudah menunjukkan
sekitar pukul setengah 11 malam, tapi di kota ini belum menampakkan tanda-tanda
akan sepi-sunyi. Masih banyak kendaraan yang berlalu lalalng, bahkan ramai
sekali, dan orang-orang pun sama seperti kami, berkeliaran dimana-mana. Ramai sekali.
Di Tugu ini juga ada pocong bohongan dan malaikat pencabut nyawa bohongan. Jadi
menurut info, mereka ini merupakan artis, banyak org yang ingin foto bersama,
lalu membayar seikhlasnya. Berikut yg dapat kita abadikan ditugu hehehehe
Sudah hampir jam 12 malam, si ‘Boneka Salju’ memaksa kita untuk pergi ke alun-alun……. Permintaannya pun dikabulkan. Benar saja, sepertinya kota ini benar2 tidak mengenal kata ‘malam’ bahkan ‘tengah malam’. Tengah malam begini saja, Alun-alun masih ramai, entah oleh penduduk sekitar, turis local maupun manca negara. Karna sudah terlalu malam, kami tidak terlalu lama berada disini, dan langsung kembali ke penginapan.
Sudah hampir jam 12 malam, si ‘Boneka Salju’ memaksa kita untuk pergi ke alun-alun……. Permintaannya pun dikabulkan. Benar saja, sepertinya kota ini benar2 tidak mengenal kata ‘malam’ bahkan ‘tengah malam’. Tengah malam begini saja, Alun-alun masih ramai, entah oleh penduduk sekitar, turis local maupun manca negara. Karna sudah terlalu malam, kami tidak terlalu lama berada disini, dan langsung kembali ke penginapan.
Hari 4 (Jumat 2 Mei 2014)
Jumat. Rencana
agenda kami dimulai setelah melakukan solat jumat. Berhubung kami sedang berada
di kota pariwisata, dan banyak sekali tempat bersejarah disini, maka kami
memutuskan untuk melaksanakan solat jumat di Masjid yg bersejarah juga, yaitu
Masjid Gedhe Kauman.
Sekitar
pukul 10 kami berangkat bersama Ginda dan Bima. Eittsss tunggu! Mereka berdua
membawa 1 temannya lagi yang kebetulan dia teman Faisal. Duuuh teman kita
semakin banyak!!! J
Ia bernama Fawaz. Ketika tiba dimasjid, mereka langsung masuk untuk sholat
jumat meninggalkan aku dan Winda. Kami berdua justru mengambil kesempatan ini
untuk jajan makanan2 kecil, cimol!! Yah namanya juga wanita, sambil menunggu
mereka, kita foto-foto deh hehehe J
Usai solat
jumat, ternyata rencana kita selanjutnya adalah menuju Keraton Ratu Boko dan
Candinya. Lalu dimulailah perjalanan kami. Perjalanannya juga cukup panjang, kalau
Candi Prambanan itu belok kiri, Ratu Boko belok ke kanan. Dari atas Ratu Boko
kita juga bisa melihat Prambanan dari jauh, tapi keciiiiiiiil banget, kayak
liliput hihihi.
Di Keraton
Ratu Boko, apalagi sih yang kita lakuin selain berfoto ria? Hehehe banyak
banget yg diabadikan disini. Candinya sedang dalam perbaikan, dan lumayan sepi.
Tapi tapi tapi, ini candi luaaaaasss banget!! Kita sampe betah disini, magrib
baru pulang.
Habis magrib,
yaaa…….biasa deh namanya juga kesini mau berwisata, jadi ga ada istirahatnya. Cuma
duduk dipenginapan sekitar 15 menit, pergi lagi untuk nyobain tempat makan
deket UMY. The rain come down……..ya akhirnya kami neduh dulu deh ditempat
makan, padahal udah siap-siap mau pergi lagi. Tempat selanjutnya yang kami
datangi adalah UMY. Karna kompor-komporannya si Fawaz nih, jadi penasaran
sebesar apa sih UMY yang dibangga banggakannya itu. Dan……….ternyata emang
bener, UMY cukup luas lah yaaa, dari pada kampusku yang hanya 1 gedung aja
hehehe.
Hari 5 (Sabtu 3 Mei 2014)
Nah ini nih, hari ini kita pulang, tapi keberangkatan jam setengah 7 malem. Pagi pagi sekali, sekitar jam 9 udah pada repot packing baju, rapi2, mandi, padahal kita pulang masih lama banget. Berhubung ini penginapan cek out-nya jam 12 siang, ya jadi kita harus udah out dari sini jam 12. Dan…….. dari jam 12 sampai magrib nge gembel lah kita di Malioboro. Eh tapi jangan salah, jangan dikira nge gembel itu kayak gembel beneran, ngegembel kita ya gitu….. ala2 backpacker amatir hehehe. Sampai di Malioboro jam 1, kita foto dulu lah didepannya. Setelah itu menganggur di Masjid yang tempo hari juga kita singgahi untuk menunggu kereta. Aku dan Winda menghabiskan waktu sampai jam 3 sore untuk berjalan-jalan menyusuri Malioboro. Niatnya sih mau beli oleh-oleh, tapi uangnya sudah………ah sudahlah. Intinya kita nge gabut banget (kl kata anak2 sekarang sih gabut itu ya semacam ga ada kerjaan dang a ngapa-ngapain) di masjid sampe magrib tiba.
nih liat para chibi yang ga tau malu foto dijalanan
Jam setengah 6 kami dianter Bima
& Ginda menuju stasiun Tugu. Duh pdhl baru kenal, tp jiwa solidaritasnya
tinggi juga yaaa :”) sampai stasiun, selfie lah sama anak Jogja dua ini,
jarang2 ketemu soalnya hehehe. Kayak gini nih
Pas kami cek ticket dan masuk kedalam, memberikan salam perpisahan deh untuk Ginda dan Bima. Duh sedikit mengharukan sih hahahaa. Lagi lagi setelah pengecekan ticket, sebelum masuk kereta, dan ketika didalam kereta, kami selfie untuk terakhir kalinya hihihi
Pas kami cek ticket dan masuk kedalam, memberikan salam perpisahan deh untuk Ginda dan Bima. Duh sedikit mengharukan sih hahahaa. Lagi lagi setelah pengecekan ticket, sebelum masuk kereta, dan ketika didalam kereta, kami selfie untuk terakhir kalinya hihihi
Berhubung perjalanan kita menuju
Jakarta dilakukan pada malam hari, ya kami menghabiskan waktu untuk tidur,
meski tidurnya ga nyenyak, tapi ya…….nikmati sajalah JJ pengalaman pertama
pergi kayak gini, dan SERU BANGET!!! Karna biasanya kalo temen2 pergi dan aku
mau ikut, mimih ga pernah ngizinin.
Trip selanjutnya harus lebih seru
dari ini ya, Chibiiiiiiiiii <3<3 i love you damnmuch!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar