Kamis, 22 Mei 2014

Chibi on vacation (Jogja Capter 1)

Selesai uts, kami ber lima (Aku, Winda, Gerry, Faisal, Rahmat) berencana untuk melakukan traveling ke daerah Jogja. Berhubung aku sudah sering izin untuk pergi traveling dan semuanya itu tidak mendapat izin dari orangtua, aku merasa malas untuk ikut. Tapi rasa bahagia ketika aku bersama Chibi mengalahkan rasa malasku dan rasa takutku untuk meminta izin kepada orangtua. Akhirnya aku berbicara dengan ibu, dan tanpa disangka-sangka ibu member izin kepadaku. For the first time banget!
Selama sekitar 5 hari kita disana,

Hari 1 (Senin, 29 April 2014)
Pagi pagi sekali aku sudah repot membereskan segala keperluanku. Selalu mengecek apakah ada yang tertinggal atau tidak. Aku tidak ingin ketika disana nanti ada 1 barang yang penting lalu tertinggal dan mengganggu mood ketika liburan. Kami menuju Jogja dengan menaiki kereta Ekonomi AC, for the first time juga aku naik kereta, hehehe…… kereta berangkat pukul 13.00 dan kami sudah tiba di SKA. Senen pukul 12.00. Baru saja tiba, kami semua sudah kelaparan, alhasil sambil menunggu kereta, kami makan diemperan. Awalnya aku kira selama di kereta itu adalah waktu yang paling mmebosankan, karna kami duduk dibangku yang terpisah-pisah, tapi ternyata tidak. Kami hijrah ketempat Faisal yang banyak bangju kosong.
9 jam tanpa terasa kalau aku bersama Chibi, pukul 21.45 akhirnya kami tiba di SKA. Lempuyangan. Turun dari kereta, bukan langsung pergi mencari penginapan, kami malah selfie didepan kereta. Duuuhhh anak muda :’) hahaha. Lalu bukan langsung menuju pintu keluar, kami malah duduk di kursi tunggu dan bingung mau menginap dimana nanti.  Semua sibuk melihat layar henfon untuk mencari penginapan, eh ngga juga sih, ada juga yang ternyata lg chat sama doi, hihihi……. Malam ini kami pergi mencari penginapan diantar supir taksi yang pede banget. Sebenernya aku melihat dia biasa aja, ga ada apa2, cuma teman-temanku ber4 kesel sama supir taksi itu, entah kenapa.





Akhirnya kami berada dipenginapan yang permalam seharga Rp.150.000 dan yang penting kami bisa berada disatu kamar. Karna lumayan sulit juga waktu mencari penginapan yang memperbolehkan wanita&pria disatu kamar. Describe kamarnya sih yaaaa, lumayan lah untuk tidur satu mala mini, lumayan kecil, sempit, kasurnya Cuma ada 2 dan……..kipas anginnya itu loh, untuk kipasin winda aja ga cukup. Hehehe. Tapi yaaa, terima sajalah, untuk malam ini aja, besok pas udah terang kan bisa lebih enak cari penginapan. Benar saja, semalaman kami tidur tidak terlalu nyenyak karna ke gerahan.

Hari 2 (Rabu 30 April 2014)
Pagi harinya kami bangun sekitar pukul 4.30 dan bersantai ria diatas kasur yang tidak terlalu nyaman. Karna kebetulan penginapan kami memiliki kolam renang, kami berencana untuk berenang pagi ini. Yah namanya juga rencana…….ada saja alasan untuk membatalkannya.
Ketika matahari sudah tidak malu memancarkan sinarnya, kami ber lima keluar dari penginapan dengan berjalan kaki untuk mencari makan dan mencari rental motor. Memang selama berada di Jogja ini kami  berencana untuk menyewa motor agar lebih memudahkan transportasinya. Karna kebetulan penginapan kami berada dekat pasar tradisional setempat, jadi kami lebih banyak bertemu dengan penduduk sekitar yang sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Sekitar 500 meter kami berjalan, akhirnya berhenti disebuah tempat makan soto yang keadaannya lumayan kotor, yah apa boleh buat, perut kami sudah berteriak minta diisi, akhirnya kami makan ditempat itu.


Usai sarapan dan merasa cukup untuk mengisi asupan, kami berjalan menuju penginapan sambil menengok-nengok apabila ada rental motor. Dijalan saat mencari sarapan, kami melihat ada 3 rental motor yang sudah buka pagi hari begini, dan jarak dari rental 1 ke rental lainnya tidak terlalu jauh.
Tiba dirental pertama, seorang pasangan muda yang memiliki rental ini, ia mematok harga sebesar Rp. 50.000 per motor/ hari. Setelah berdiskusi beberapa detik, kami memutuskan untuk bertanya Tanya dulu ke rental yang lain, sebab info yang kami dapatkan untuk menyewa motor biayanya sekitar Rp.40.000.
Lalu tiba dirental kedua, bukan mendapatkan yang lebih murah justru malah mendapatkan yang lebih mahal, harganya Rp. 70.000. Segera kami meninggalkan temoat itu, hihihi…..
Dirental yang terakhir, begitu masuk, ada seorang ibu-ibu jawa yang cara bicaranya cukup halus, bukan menerangkan tentang rental motor ia justru curhat tentang motornya yang telah dibawa kabur oleh oran. Mungkin karna shocked dan takut hal itu terjadi lagi, makanya ia mematok harga sewa motor sebesar Rp. 100.000. wiiiiihh mendengarnya, kita semua langsung pergi. Hehehe…….
Lalu kami kembali ke rental yang pertama dan menyewa 3 motor. Kami membawa motor itu ke penginapan, bergegas mengganti pakaian, lalu mulai untuk melakukan petualangan di Kota Pariwisata ini. Ayeeey!! Sekitar pukul……entah pukul berapa mungkin jam 8.30 kami melakukan trip pertama menuju Candi Borobudur, diantara kami berlima sama sekali tidak ada yang mengetahui lokasi Candi tersebut. Dengan berbekal peta dari rental motor, kami memberanikan diri untuk pergi. Sepanjang jalan tak jarang kami berhenti dan bertanya arah-arah menuju Candi Borobudur.
Sekitar 1,5 jam kami berada diatas motor dengan pantat yang terasa pegal dan badan yang sudah kegerahan karna panas. Untungnya aku memakai pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh, jadi tubuhku terlindung dari panas matahari yang terlalu hyper memancarkan sinarnya.
Tiba disana, kami langsung menuju tempat pembelian tiket, harga tiketnya Rp.30.000 dan kami memutuskan untuk tidak jadi masuk ke Candi Borobudur. APAAAA? Sudah bersusah payah selama 1,5 jam terus sampai sini ga masuk? Oh God……. Iyalah coba bayangkan, diatas candi tuh pasti panas banget, belum lagi menaiki anak tangganya. Hari itu memang benar-benar sangat terik sekali. Winda dengan muka asamnya terus saja berdiam diri, pasti Si Bosal ini ngambek gara-gara kita ga jadi masuk kedalamnya. Akhirnya kami selfie dan berfoto diwilayah Candi Borobudur.




Para laki-laki yang kata mereka sih kece



Lalu setelah keluar dan mengambil motor diparkiran, kami berjalan menuju Candi Mendut yang letaknya tidak jauh dari candi Borobudur. Benar saja, Candi Mendut adalah pilihan tepat, kita hanya membayar tiket Rp. 3000 saja sudah bisa masuk kedalamnya. Candi mendut memang tidak sebesar Candi Bodobudur, mungkin perbandingannya 1 : 30 atau entahlah, namun Candi ini juga tidak kalah bagusnya kok.
Seperti biasa, kami mengabadikan puluhan foto di Candi ini. Dekat Candi ini juga ada beberapa pohon beringin yang cukup rindang untuk kami duduk-duduk dan berteduh. Para laki-laki, Faisal, Gerry, Rahmat, mencoba bergelayutan diakar pohon beringin yang menjulur kebawah. Lucu sekali, kayak anak onyet hehehehe……
Berikut capture-an kami









Sekitar jam 1 siang kita berjalan menuju arah penginapan, berhenti ditempat makan untuk makan siang, dan akhirnya kami memutuskan untuk sholat zuhur di masjid dekat Malioboro. Aku sendiri tidak tahu apa nama masjid itu. dan.....kami kembali kami mengabadikan moment2 dimalioboro 




 Ohiyaaa….. rencananya sore ini, teman Gerry mau mengajak kita ke Bukit Bintang atau Bukit Pelangi, aku lupa namanya.
Lalu sambil menunggu mereka datang, kami berjalan-jalan mengelilingi malioboro. Tidak terasa kami berjalan menyusuri malioboro dan matahari sudah bersiap-siap sembunyi berganti dengan bulan yang bersiap untuk muncul. Kami melaksanakan sholat zuhur, ashar, magrib, dimasjid yang sama. Lucu sekali…….mungkin penjaga masjid atau orang-orang yang biasa berada disekitar masjid heran ataupun bosan melihat kami berlima terlalu lama berada dimasjid ini.
Usai sholat magrib, akhirnya teman-teman Gerry tiba dimasjid yang kita sedang datangi ini. Aku sedikit lupa nama mereka siapa, kalau tidak salah namanya Ade, Sari, dan Sindy. Lalu kami berdelapan langsung pergi menuju Bukit Bintang. Perjalanannya cukup jauh menurutku, dan udara dingin membuat aku merasa tidak nyaman selama perjalanan. Akhirnya tiba di Bukit Bintang. Kalau menurutku sih, itu seperti daerah Puncak, Bogor. Karna kita bisa melihat seluruh kota Jogja dari atas sana, indaaaah sekali. Banyak juga kedai-kedai disepanjang jalan ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar