Selesai uts, kami ber lima (Aku, Winda, Gerry, Faisal,
Rahmat) berencana untuk melakukan traveling ke daerah Jogja. Berhubung aku
sudah sering izin untuk pergi traveling dan semuanya itu tidak mendapat izin
dari orangtua, aku merasa malas untuk ikut. Tapi rasa bahagia ketika aku
bersama Chibi mengalahkan rasa malasku dan rasa takutku untuk meminta izin
kepada orangtua. Akhirnya aku berbicara dengan ibu, dan tanpa disangka-sangka
ibu member izin kepadaku. For the first time banget!
Selama sekitar 5 hari kita disana,
Hari 1 (Senin, 29 April
2014)
Pagi pagi sekali aku sudah repot
membereskan segala keperluanku. Selalu mengecek apakah ada yang tertinggal atau
tidak. Aku tidak ingin ketika disana nanti ada 1 barang yang penting lalu
tertinggal dan mengganggu mood ketika liburan. Kami menuju Jogja dengan menaiki
kereta Ekonomi AC, for the first time juga aku naik kereta, hehehe…… kereta
berangkat pukul 13.00 dan kami sudah tiba di SKA. Senen pukul 12.00. Baru saja
tiba, kami semua sudah kelaparan, alhasil sambil menunggu kereta, kami makan
diemperan. Awalnya aku kira selama di kereta itu adalah waktu yang paling
mmebosankan, karna kami duduk dibangku yang terpisah-pisah, tapi ternyata
tidak. Kami hijrah ketempat Faisal yang banyak bangju kosong.
9 jam tanpa terasa kalau aku
bersama Chibi, pukul 21.45 akhirnya kami tiba di SKA. Lempuyangan. Turun dari
kereta, bukan langsung pergi mencari penginapan, kami malah selfie didepan
kereta. Duuuhhh anak muda :’) hahaha. Lalu bukan langsung menuju pintu keluar,
kami malah duduk di kursi tunggu dan bingung mau menginap dimana nanti. Semua sibuk melihat layar henfon untuk
mencari penginapan, eh ngga juga sih, ada juga yang ternyata lg chat sama doi,
hihihi……. Malam ini kami pergi mencari penginapan diantar supir taksi yang pede
banget. Sebenernya aku melihat dia biasa aja, ga ada apa2, cuma teman-temanku
ber4 kesel sama supir taksi itu, entah kenapa.
Akhirnya kami berada dipenginapan
yang permalam seharga Rp.150.000 dan yang penting kami bisa berada disatu
kamar. Karna lumayan sulit juga waktu mencari penginapan yang memperbolehkan
wanita&pria disatu kamar. Describe kamarnya sih yaaaa, lumayan lah untuk
tidur satu mala mini, lumayan kecil, sempit, kasurnya Cuma ada 2 dan……..kipas
anginnya itu loh, untuk kipasin winda aja ga cukup. Hehehe. Tapi yaaa, terima
sajalah, untuk malam ini aja, besok pas udah terang kan bisa lebih enak cari
penginapan. Benar saja, semalaman kami tidur tidak terlalu nyenyak karna ke
gerahan.
Hari 2 (Rabu 30 April 2014)
Pagi harinya kami bangun sekitar
pukul 4.30 dan bersantai ria diatas kasur yang tidak terlalu nyaman. Karna
kebetulan penginapan kami memiliki kolam renang, kami berencana untuk berenang
pagi ini. Yah namanya juga rencana…….ada saja alasan untuk membatalkannya.
Ketika matahari sudah tidak malu
memancarkan sinarnya, kami ber lima keluar dari penginapan dengan berjalan kaki
untuk mencari makan dan mencari rental motor. Memang selama berada di Jogja ini
kami berencana untuk menyewa motor agar
lebih memudahkan transportasinya. Karna kebetulan penginapan kami berada dekat
pasar tradisional setempat, jadi kami lebih banyak bertemu dengan penduduk
sekitar yang sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Sekitar 500 meter kami
berjalan, akhirnya berhenti disebuah tempat makan soto yang keadaannya lumayan
kotor, yah apa boleh buat, perut kami sudah berteriak minta diisi, akhirnya
kami makan ditempat itu.
Usai sarapan dan merasa cukup untuk
mengisi asupan, kami berjalan menuju penginapan sambil menengok-nengok apabila
ada rental motor. Dijalan saat mencari sarapan, kami melihat ada 3 rental motor
yang sudah buka pagi hari begini, dan jarak dari rental 1 ke rental lainnya
tidak terlalu jauh.
Tiba dirental pertama, seorang
pasangan muda yang memiliki rental ini, ia mematok harga sebesar Rp. 50.000 per
motor/ hari. Setelah berdiskusi beberapa detik, kami memutuskan untuk bertanya
Tanya dulu ke rental yang lain, sebab info yang kami dapatkan untuk menyewa motor
biayanya sekitar Rp.40.000.
Lalu tiba dirental kedua, bukan
mendapatkan yang lebih murah justru malah mendapatkan yang lebih mahal,
harganya Rp. 70.000. Segera kami meninggalkan temoat itu, hihihi…..
Dirental yang terakhir, begitu
masuk, ada seorang ibu-ibu jawa yang cara bicaranya cukup halus, bukan
menerangkan tentang rental motor ia justru curhat tentang motornya yang telah
dibawa kabur oleh oran. Mungkin karna shocked dan takut hal itu terjadi lagi,
makanya ia mematok harga sewa motor sebesar Rp. 100.000. wiiiiihh mendengarnya,
kita semua langsung pergi. Hehehe…….
Lalu kami kembali ke rental yang
pertama dan menyewa 3 motor. Kami membawa motor itu ke penginapan, bergegas
mengganti pakaian, lalu mulai untuk melakukan petualangan di Kota Pariwisata
ini. Ayeeey!! Sekitar pukul……entah pukul berapa mungkin jam 8.30 kami melakukan
trip pertama menuju Candi Borobudur, diantara kami berlima sama sekali tidak
ada yang mengetahui lokasi Candi tersebut. Dengan berbekal peta dari rental
motor, kami memberanikan diri untuk pergi. Sepanjang jalan tak jarang kami
berhenti dan bertanya arah-arah menuju Candi Borobudur.
Sekitar 1,5 jam kami berada diatas
motor dengan pantat yang terasa pegal dan badan yang sudah kegerahan karna
panas. Untungnya aku memakai pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh, jadi
tubuhku terlindung dari panas matahari yang terlalu hyper memancarkan sinarnya.
Tiba disana, kami langsung menuju
tempat pembelian tiket, harga tiketnya Rp.30.000 dan kami memutuskan untuk
tidak jadi masuk ke Candi Borobudur. APAAAA? Sudah bersusah payah selama 1,5
jam terus sampai sini ga masuk? Oh God……. Iyalah coba bayangkan, diatas candi
tuh pasti panas banget, belum lagi menaiki anak tangganya. Hari itu memang
benar-benar sangat terik sekali. Winda dengan muka asamnya terus saja berdiam
diri, pasti Si Bosal ini ngambek gara-gara kita ga jadi masuk kedalamnya.
Akhirnya kami selfie dan berfoto diwilayah Candi Borobudur.
Para
laki-laki yang kata mereka sih kece
Lalu setelah keluar dan mengambil
motor diparkiran, kami berjalan menuju Candi Mendut yang letaknya tidak jauh
dari candi Borobudur. Benar saja, Candi Mendut adalah pilihan tepat, kita hanya
membayar tiket Rp. 3000 saja sudah bisa masuk kedalamnya. Candi mendut memang
tidak sebesar Candi Bodobudur, mungkin perbandingannya 1 : 30 atau entahlah,
namun Candi ini juga tidak kalah bagusnya kok.
Seperti biasa, kami mengabadikan
puluhan foto di Candi ini. Dekat Candi ini juga ada beberapa pohon beringin
yang cukup rindang untuk kami duduk-duduk dan berteduh. Para laki-laki, Faisal,
Gerry, Rahmat, mencoba bergelayutan diakar pohon beringin yang menjulur
kebawah. Lucu sekali, kayak anak onyet hehehehe……
Berikut capture-an kami
Sekitar jam 1 siang kita berjalan
menuju arah penginapan, berhenti ditempat makan untuk makan siang, dan akhirnya
kami memutuskan untuk sholat zuhur di masjid dekat Malioboro. Aku sendiri tidak
tahu apa nama masjid itu. dan.....kami kembali kami mengabadikan moment2 dimalioboro
Ohiyaaa….. rencananya sore ini, teman Gerry mau
mengajak kita ke Bukit Bintang atau Bukit Pelangi, aku lupa namanya.
Lalu sambil menunggu mereka datang,
kami berjalan-jalan mengelilingi malioboro. Tidak terasa kami berjalan menyusuri malioboro dan matahari sudah
bersiap-siap sembunyi berganti dengan bulan yang bersiap untuk muncul. Kami
melaksanakan sholat zuhur, ashar, magrib, dimasjid yang sama. Lucu
sekali…….mungkin penjaga masjid atau orang-orang yang biasa berada disekitar
masjid heran ataupun bosan melihat kami berlima terlalu lama berada dimasjid
ini.
Usai sholat magrib, akhirnya teman-teman
Gerry tiba dimasjid yang kita sedang datangi ini. Aku sedikit lupa nama mereka
siapa, kalau tidak salah namanya Ade, Sari, dan Sindy. Lalu kami berdelapan
langsung pergi menuju Bukit Bintang. Perjalanannya cukup jauh menurutku, dan
udara dingin membuat aku merasa tidak nyaman selama perjalanan. Akhirnya tiba
di Bukit Bintang. Kalau menurutku sih, itu seperti daerah Puncak, Bogor. Karna
kita bisa melihat seluruh kota Jogja dari atas sana, indaaaah sekali. Banyak
juga kedai-kedai disepanjang jalan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar