Hampir 3 tahun yang lalu, aku masih
duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Pertama aku mengenal Turki, yaitu dari
satu sinetron yang tayang setiap malamnya di salah satu stasiun tv. Tidak
dipungkiri memang, anak seusiaku saat itu pasti mengagumi, mencintai,
mengidolakan, mengikuti gaya bicara, dan lain sebagainya dari televisi,
terutama sinetron. Aku pun begitu.
Saat itu sinetron baru yang akan
segera tayang menampilkan semacam triller-nya,
dengan berlatarkan suasana sejuk di suatu wilayah dengan sekumpulan
burung-burung yang sedang mendarat untuk mengambil makanannya yang ditebar oleh
dua orang, laki-laki dan perempuan. Kemudian yang tak kalah menarik perhatianku
adalah seorang pria yang hendak meminang seorang gadis berlatarkan masjid yang
sangaaaaaaat indah ketika pertama kali aku melihat cuplikannya, ditambah
kumandang azan yang sangat merdu dan menyejukkan hati bagai embun dipagi hari,
dan pria tersebut menyebutkan kata ‘Istanbul’ dalam untaian kalimatnya.
*deg! Aku merasa jantungku berhenti
sejenak.
Dari situ aku tahu dimana letak masjid yang sangat megah dan indah tersebut. Masjid itu kemudian menjadi perhatian utamaku, aku mulai menyukainya ditandai dengan aku terus menerus mencari informasi, data, dan segala hal yang berkalitan dengan masjid tersebut.
Dari situ aku tahu dimana letak masjid yang sangat megah dan indah tersebut. Masjid itu kemudian menjadi perhatian utamaku, aku mulai menyukainya ditandai dengan aku terus menerus mencari informasi, data, dan segala hal yang berkalitan dengan masjid tersebut.
Masjid megah itu bernama Blue
Mosque. Masjid yang sangat bersejarah di Negeri Seribu Satu Kubah ini. Nampak
dari luar pasti heran dengan nama masjid ini, Blue, Biru. Dari luar ornamennya
sama seperti masjid-masjid sekitar, namun apabila memasukinya, barulah kita
tidak heran dengan nama Blue tersebut. Ornament yang menghiasi masjid ini
berwarna biru laut yang sangat indah.
Menurut informasi yang didapat,
Masjid Biru ini merupakan masjid yang dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun
1609 sampai tahun 1612, Sultan Ahmed membangun masjid ini dengan tujuan untuk
menandingi Hagia Sopia atau Aya Sopia yang letaknya berada 1 blok dari Blue
Mosque dan berhadapan dengannya.
Masjid ini adalah satu dari dua
buah Masjid di Turki dengan enam menara. Namun kabarnya, akibat jumlah menara
yang sama dengan Masjidil Haram di Mekah saat itu, Sultan Ahmed mendapat
kritikan yang tajam sehingga akhirnya beliau menyumbang biaya pembangunan
menara ketujuh untuk Masjidil Haram. Wow….. aku benar-benar baru tau kalau
pembangunan menara ketujuh tersebut dibantu oleh Sultan Ahmed.
ini dia penampakan Blue Mosque. indah yaaa :)
Kalau ini Hagia Sopia/ Aya Sofya, ga kalah indah ya :)
Bukan hanya Blue Mosque saja yang
aku sukai hingga saat ini, karna aku tertarik dengan seluruh hal yang
berhubungan dengan Turki, maka akupun jatuh cinta dengan seluruh bagian yang
ada di Negara Sekuler ini.
TURKI. Negeri dua benua ini membuat
aku begitu takjub dengan segala keindahan yang ada didalamnya. Dengan segala
history-history masa lalu yang sangat bersejarah dan menarik, dengan segala
keaneka ragaman dan kaya akan budaya sebab merupakan Negara sekuler.
Percampuran budaya disana begitu unik sehingga membuat Turki begitu diincar
oleh wisatawan, dan membuat aku semakin mencintai turki begitu dalam, dan
semakin dalam.
Negeri seribu satu kubah ini
membuat aku setiap hari semakin mencintainya. Ibu kota Turki berada di Ankara,
namun kota yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah
Istanbul. Istanbul merupakan satu-satunya kota yang berada tepat diantara dua
benua, Asia dan Eropa, dengan hanya dibatasi oleh danau yang lebarnya 1,5 km
saja.
Begitu terpesonanya aku ketika
mendengar Colombus pernah berkata.
“Jika di dunia ini hanya ada satu Negara, maka Istanbul yang pantas menjadi ibukotanya.”
Waaah begitu istimewanya kah Turki?
Semakin dalam lagi deh rasa cintaku padamu, Turki. Ah memang luar biasa!
Ada temanku yang kuliah disana
berkata,
“Keliling Jakarta satu dua hari saja sudah Cukup, bahkan terasa lelahnya. Kalau Istanbul, 3 hari saja ga cukup keliling keliling kota itu, 3 hari hanya berasa 1 hari deh.”
Wiih mendengarnya semakin iri saja.
Aku benar-benar ingin mengunjungi Turki! Jelas tidak cukup, yang aku tahu saja
ada sekitar 15 objek wisata yang berada disekitaran Istanbul. Itu hanya
Istanbul aja loh, belum lagi yang lainnya.
Turki, tunggu aku yaaaa!!! \m/
.jpg)

.jpg)

kalau baca sejarah penaklukan kontantinopel pasti merinding ditambah pergi ke Istanbul melihat langsung saksi sejarah tentu sangat extraordinary...
BalasHapusin shaa Allah one day u'llbe there, keep doing effort and dreaming :)
waaah iya kak, pasti lah merinding hihi. makasih ya kak :)
Hapus